Apa itu Whole Foods?


Apa itu makanan utuh? Jelajahi manfaat makanan asli dan tidak diolah serta mengapa makanan ini semakin populer di setiap dapur.


Dipublikasikan pada Diperbarui pada oleh Jennifer Ryan

Dada ayam panggang disajikan dengan berbagai sayuran berwarna-warni.

Istilah "makanan utuh" sering digunakan akhir-akhir ini, tetapi apa sebenarnya artinya? Secara sederhana, makanan utuh adalah makanan yang sedekat mungkin dengan keadaan alaminya. Makanan ini diproses seminimal mungkin, bebas dari bahan-bahan buatan, dan biasanya tidak mengandung tambahan gula, perasa, atau pengawet. Bayangkan apel dari pohon atau gandum langsung dari ladang, makanan asli yang dapat dikenali.

Keranjang berisi sayuran segar, rempah-rempah, dan sayur-sayuran berwarna-warni, menonjolkan konsep makanan utuh.

Mengapa Makanan Utuh Itu Penting

Ketertarikan saya pada makanan utuh pertama kali muncul ketika saya menyadari betapa banyak bahan dalam dapur saya yang daftar bahannya sulit diucapkan. Kesadaran itu mengubah cara saya berpikir tentang makanan. Makanan utuh menawarkan alternatif yang lebih kaya nutrisi dibandingkan produk olahan. Ketika Anda mengonsumsi berbagai makanan utuh, Anda lebih mungkin mendapatkan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh Anda. Ini tidak berarti Anda harus merombak seluruh dapur Anda, tetapi pilihan kecil yang konsisten akan membuat perbedaan.

Contoh Umum Makanan Utuh

Jika Anda bingung harus mulai dari mana, mulailah dengan bahan-bahan sederhana. Makanan utuh termasuk dalam kategori yang mungkin sudah Anda beli:

  • Buah dan sayuran segar
  • Biji-bijian utuh seperti beras merah, quinoa, dan gandum
  • Kacang-kacangan seperti kacang buncis, kacang polong, dan lentil
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian dalam bentuk mentah atau dipanggang
  • Daging dan makanan laut yang belum diolah
  • Telur dan produk susu tanpa bahan tambahan

Makanan-makanan ini adalah bahan dasar dari hidangan yang seimbang, dan seringkali lebih beragam daripada yang disadari orang.

Semangkuk udang warna-warni dengan sayuran, alpukat, dan jeruk nipis, mewakili pilihan makanan utuh yang sehat.

Apa Saja yang Bukan Makanan Utuh?

Memahami apa itu makanan utuh juga berarti mengetahui apa yang bukan makanan utuh. Camilan kemasan dengan masa simpan yang lama, sereal manis, daging olahan seperti sosis, dan makanan siap saji seringkali berada di luar kategori makanan utuh. Bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsinya sama sekali, tetapi idenya adalah untuk menggeser sebagian besar diet Anda ke arah pilihan yang lebih sedikit diolah dan mempertahankan lebih banyak bentuk aslinya.

Berbelanja di Whole Foods

Salah satu tips bermanfaat yang pernah saya ikuti adalah berbelanja di bagian pinggir toko bahan makanan, tempat biasanya terdapat produk segar, susu, dan daging. Lorong-lorong tengah seringkali penuh dengan makanan olahan, meskipun Anda masih dapat menemukan biji-bijian utuh, kacang kalengan, dan bahan pokok lainnya di sana jika Anda membaca labelnya. Pasar petani juga merupakan tempat yang sangat baik untuk menemukan makanan utuh, seringkali dari sumber lokal.

Memasak dengan Whole Foods

Begitu Anda mulai memasak dengan makanan utuh, Anda mungkin akan menikmati kesederhanaannya. Memanggang sayuran akar, membuat smoothie dengan buah segar, atau merebus sup lentil tidak hanya enak tetapi juga menyehatkan. Makanan utuh tidak memerlukan resep rumit untuk menjadi istimewa, terkadang, sejumput garam dan sedikit minyak zaitun sudah cukup.

Berbagai makanan utuh termasuk buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian pada permukaan yang gelap.

Whole Foods dengan Anggaran Terbatas

Ada mitos bahwa mengonsumsi makanan utuh itu mahal. Menurut pengalaman saya, itu tergantung pada bagaimana Anda menyikapinya. Bahan pokok seperti kacang kering, beras, oat, dan hasil bumi musiman bisa sangat terjangkau, terutama jika dibeli dalam jumlah besar. Merencanakan makanan dan mengurangi sampah makanan dapat membantu Anda menghemat anggaran belanja sambil tetap memprioritaskan bahan-bahan utuh.

Tanam Makanan Utuh Anda Sendiri di Lahan Sempit

Menanam makanan utuh sendiri tidak memerlukan kebun yang luas atau lahan yang berhektar-hektar. Bahkan teras kecil, balkon, atau ambang jendela yang cerah pun dapat menjadi sumber hasil panen segar dan bergizi. Tanaman berukuran kompak seperti tomat ceri, selada, lobak, bayam, dan herba seperti kemangi dan peterseli tumbuh subur di dalam wadah dan bedengan. Stroberi, kacang semak, dan bahkan pohon buah kerdil dapat ditanam dalam pot dengan perawatan yang tepat. Pilihan hemat ruang ini sangat cocok untuk penduduk kota atau siapa pun yang baru memulai berkebun, menawarkan imbalan berupa cita rasa hasil panen sendiri dan hubungan yang lebih dekat dengan makanan yang Anda makan.

Berbagai macam sayuran segar, termasuk wortel, lobak, dan sayuran hijau, dipajang di pasar.

Sisi Praktis Mengonsumsi Makanan Utuh

Meskipun manfaat mengonsumsi makanan utuh sudah jelas, tidak dapat disangkal bahwa hal itu membutuhkan sedikit lebih banyak usaha. Makanan olahan sering dikemas untuk kemudahan, siap dipanaskan dan dimakan tanpa perlu banyak berpikir atau meluangkan waktu. Sebaliknya, makanan utuh biasanya membutuhkan lebih banyak perencanaan, seperti memotong sayuran, merendam kacang-kacangan, menyiapkan biji-bijian, dan memasak dari awal. Hal ini tidak selalu cepat atau mudah, terutama di malam hari kerja yang sibuk. Tetapi banyak orang menemukan bahwa dengan sedikit pengaturan dan beberapa kebiasaan memasak dalam jumlah besar, mengonsumsi makanan utuh menjadi hal yang alami. Anggap saja sebagai pertukaran: lebih sedikit kemasan dan pengawet untuk lebih banyak kesegaran, rasa, dan kendali atas apa yang ada di piring Anda.

Semangkuk cabai vegan disajikan di atas nasi, diberi sesendok krim dan daun ketumbar segar.

Gaya Hidup Makanan Utuh

Jadi, apa itu makanan utuh? Makanan utuh lebih dari sekadar tren kesehatan. Makanan utuh mewakili kembalian ke bahan-bahan sederhana dan bergizi yang mendukung kesehatan jangka panjang. Anda tidak perlu mengikuti diet khusus untuk menikmati manfaat makanan utuh. Mulailah dari kondisi Anda saat ini, tambahkan apa yang Anda bisa, dan bangun kebiasaan yang berkelanjutan.
Untuk tips, resep, dan inspirasi makanan sehari-hari lainnya, ikuti kami di media sosial dan melihat bagaimana orang lain membawa makanan utuh ke dapur mereka.