Apa itu garam kosher?


Penasaran dengan garam kosher? Temukan asal usul, kegunaannya, dan mengapa garam kosher menjadi rahasia bumbu yang sempurna dalam memasak dan memanggang.


Dipublikasikan pada Diperbarui pada oleh Jennifer Ryan

Mangkuk kayu berisi garam kosher kasar.

Garam kosher adalah garam berbutir kasar dengan kristal yang lebih besar daripada garam meja biasa. Garam ini populer di kalangan juru masak karena mudah ditaburkan di atas makanan, mudah dikendalikan dengan tangan, dan berguna untuk membumbui daging, sayuran, air rebusan pasta, hidangan panggang, saus, dan bumbu kering.

Nama tersebut berasal dari penggunaan tradisionalnya dalam proses pengolahan daging kosher, di mana garam kasar membantu menyerap kelembapan dari permukaan. Nama tersebut menggambarkan penggunaan tradisional garam tersebut, bukan jaminan universal untuk setiap produk. Banyak garam kosher memang memiliki sertifikasi kosher, tetapi jika sertifikasi penting bagi Anda, periksa label kemasannya.

Semangkuk garam kosher yang dikelilingi mentimun dan rempah-rempah di atas talenan kayu.

Di dapur saya, garam kosher adalah salah satu bahan pokok yang paling sering saya gunakan. Rasanya yang bersih dan asin serta teksturnya yang praktis membuatnya berguna dalam masakan sehari-hari, mulai dari membumbui tumis sayuran hingga menyiapkan salmon panggang, ayam panggang, atau sepanci air untuk merebus pasta.

Penjelasan tentang Garam Kosher

Garam kosher adalah garam dengan struktur kristal kasar. Serpihannya lebih besar daripada kristal garam meja, sehingga lebih mudah diambil dengan jari dan ditaburkan di atas makanan saat memasak.

Berbeda dengan garam meja halus, garam kosher kurang padat dalam sendok takar. Artinya, satu sendok teh garam kosher mungkin terasa kurang asin daripada satu sendok teh garam meja, tergantung pada merek dan ukuran kristalnya. Ini adalah salah satu hal terpenting yang perlu dipahami sebelum menggunakannya sebagai pengganti dalam resep.

Sebagian besar garam kosher tidak mengandung yodium, dan beberapa merek mengandung lebih sedikit zat tambahan daripada garam meja biasa. Selalu periksa kemasannya karena komposisi bahan bervariasi tergantung mereknya.

Cara Pembuatan Garam Kosher

Garam kosher biasanya dibuat dari endapan garam atau air laut yang diuapkan, kemudian diproses menjadi kristal atau serpihan yang lebih besar. Metode pastinya bergantung pada mereknya, itulah sebabnya satu jenis garam kosher bisa terasa ringan dan berserpihan sementara yang lain terasa lebih padat dan lebih berbutir.

Perbedaan tersebut penting di dapur. Garam kosher yang lebih ringan lebih mudah ditaburkan di atas makanan, sedangkan garam kosher yang lebih padat dapat memberikan rasa asin yang lebih kuat dalam satu sendok. Untuk memasak santai, mencicipi sambil memasak biasanya sudah cukup. Untuk memanggang, mengawetkan, atau resep yang tepat, pengukuran berat lebih dapat diandalkan daripada pengukuran volume.

Tumpukan garam kosher yang dikelilingi tomat ceri, pasta berwarna, dan rempah-rempah di permukaan gelap.

Mengapa Disebut Garam Kosher?

Garam kosher mendapatkan namanya dari penggunaan tradisionalnya dalam proses pengolahan daging menjadi kosher. Kristal kasar garam ini berada di permukaan daging dan membantu menyerap kelembapan lebih efektif daripada garam halus.

Hal ini bisa membingungkan karena kata "kosher" memiliki lebih dari satu arti dalam konteks ini. Sebagai nama bahan, garam kosher merujuk pada jenis garam dan penggunaan tradisionalnya. Sebagai sertifikasi, kosher merujuk pada apakah suatu produk memenuhi standar diet tertentu. Jika Anda membutuhkan garam kosher bersertifikat, carilah simbol sertifikasi kosher pada kemasannya.

Semangkuk pasta chorizo yang dihias dengan basil, dengan roti bawang putih dan keju di dekatnya.

Mengapa Koki Menggunakan Garam Kosher

Keunggulan terbesar garam kosher adalah kontrol. Teksturnya yang kasar memudahkan untuk membumbui makanan secara bertahap, terutama saat Anda memasak dengan mengandalkan insting daripada mengukur setiap sejumput.

Garam kosher sangat berguna untuk membumbui permukaan makanan. Garam ini cocok untuk daging, sayuran, kentang, salad, dan hidangan panggang karena kristalnya mudah dilihat dan disesuaikan sebelum dimasak.

Karena sebagian besar garam kosher tidak mengandung yodium, banyak juru masak menganggap rasanya lebih bersih dan tidak terlalu tajam dibandingkan garam meja beryodium. Hal itu menjadikan garam kosher pilihan yang dapat diandalkan untuk masakan gurih sehari-hari.

Fillet salmon panggang, diberi taburan herba dan irisan lemon di atas piring.

Penggunaan Terbaik Garam Kosher dalam Masakan Sehari-hari

Garam kosher sangat cocok untuk berbagai tugas memasak sehari-hari, terutama ketika Anda menginginkan bumbu yang mudah disesuaikan saat memasak.

  • Bumbu daging: Taburkan di atas ayam, daging sapi, daging babi, kalkun, atau ikan sebelum dimasak untuk membantu mengeluarkan cita rasa.
  • Pengasinan kering: Gunakan garam ini untuk membumbui daging sebelum dimasak agar garam memiliki waktu untuk menyerap kelembapan, larut, dan membumbui makanan secara lebih mendalam.
  • Memanggang sayuran: Campur sayuran dengan minyak dan garam kosher sebelum dipanggang agar rasanya lebih enak dan warnanya lebih kecoklatan.
  • Air rebusan pasta: Tambahkan ke air mendidih agar pasta terbumbui saat dimasak.
  • Penyelesaian sederhana: Sedikit saja sudah cukup untuk memperkaya rasa telur, irisan tomat, salad, kentang, dan sayuran panggang.
  • Membingkai kacamata: Teksturnya yang kasar sangat cocok untuk margarita, pinggiran koktail yang asin, dan minuman gurih.

Untuk memanggang, lebih berhati-hatilah. Banyak resep kue menggunakan garam halus karena garam tersebut terdistribusi merata ke dalam tepung, adonan, dan campuran. Jika resep kue membutuhkan garam kosher, gunakan merek atau berat yang ditentukan jika memungkinkan.

Garam Kosher vs. Garam Meja dan Garam Laut

Perbedaan utama antara garam kosher, garam meja, dan garam laut terletak pada teksturnya. Pada dasarnya, garam tetaplah garam, tetapi ukuran kristal mengubah cara pengukurannya, seberapa cepat larut, dan seberapa asin rasanya per volume.

Perbandingan antara garam kosher, garam meja, garam laut, dan garam tabur.
Jenis Garam Tekstur Penggunaan Terbaik Yang Perlu Diketahui
garam halal Kristal kasar, bersisik, atau tidak beraturan Membumbui daging, sayuran, air rebusan pasta, bumbu kering, dan masakan sehari-hari. Mudah ditangani, tetapi merek bervariasi berdasarkan volume.
Garam dapur Kristal halus dan padat Memanggang, pengukuran yang tepat, dan penggunaan meja sehari-hari Biasanya lebih asin per volume daripada garam kosher dan sering dijual dalam bentuk beryodium.
Garam laut Halus, kasar, atau bersisik tergantung jenisnya. Memasak, penyelesaian, dan pembumbuan, tergantung pada tekstur. Mungkin memiliki aroma mineral dan sangat bervariasi tergantung mereknya.
Garam finishing serpihan Serpihan besar dan halus Menyelesaikan pembuatan kue kering, steak, salad, sayuran panggang, karamel, dan cokelat Sebaiknya ditambahkan di akhir untuk tekstur, biasanya bukan untuk diukur dalam resep.

Bisakah Garam Kosher Digunakan Sebagai Pengganti Garam Meja?

Ya, tetapi Anda perlu berhati-hati. Garam kosher dan garam meja tidak memiliki takaran yang sama berdasarkan volume. Karena garam meja halus dan padat, satu sendok teh garam meja biasanya mengandung lebih banyak garam daripada satu sendok teh garam kosher.

Sebagai titik awal kasar, jika resep membutuhkan garam meja dan Anda ingin menggunakan garam kosher, Anda mungkin memerlukan lebih banyak garam kosher berdasarkan volume. Jumlah pastinya tergantung pada mereknya. Garam kosher Morton lebih padat daripada Diamond Crystal, jadi keduanya tidak selalu dapat digunakan secara bergantian dalam takaran sendok yang sama.

Untuk hasil yang paling akurat, terutama dalam memanggang, mengawetkan, atau memasak, ukur garam berdasarkan berat. Untuk masakan sehari-hari, mulailah dengan sedikit, cicipi, dan sesuaikan secara bertahap.

Diamond Crystal vs. Garam Kosher Morton

Tidak semua garam kosher memiliki kualitas yang sama. Dua merek yang paling umum adalah Diamond Crystal dan Morton, dan keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dalam resep.

Garam kosher Diamond Crystal memiliki tekstur yang lebih ringan dan lebih berserpihan. Lebih mudah dihancurkan di antara jari-jari Anda dan cenderung kurang asin per volume. Garam kosher Morton lebih padat, sehingga satu sendok yang sama biasanya memberikan rasa asin yang lebih kuat.

Inilah mengapa penulis resep sering kali menyebutkan merek tertentu. Jika resep dibuat dengan Diamond Crystal dan Anda menggunakan Morton dengan takaran yang sama, hidangan tersebut mungkin akan terasa lebih asin dari yang seharusnya. Jika resep tidak menyebutkan merek, bumbui secara bertahap dan cicipi sambil memasak.

Kapan Sebaiknya Tidak Menggunakan Garam Kosher

Garam kosher serbaguna, tetapi tidak selalu merupakan pilihan terbaik. Garam halus seringkali lebih baik jika Anda membutuhkan garam yang larut dengan cepat atau terdistribusi secara merata dalam campuran kering.

  • Pembakaran: Gunakan jenis garam yang tercantum dalam resep, terutama untuk kue, biskuit, muffin, dan roti.
  • Adonan yang lembut: Serpihan garam berukuran besar mungkin tidak tersebar merata seperti garam halus.
  • Resep yang tepat: Gunakan pengukuran berat jika jumlah garam menjadi penting.
  • Hidangan penutup: Gunakan garam tabur jika Anda menginginkan tekstur dan kerenyahan yang terlihat di akhir proses.

Apakah Garam Kosher Lebih Sehat Daripada Garam Meja?

Garam kosher tidak otomatis lebih sehat daripada garam meja. Keduanya adalah bentuk garam, dan keduanya mengandung natrium. Perbedaan utamanya terletak pada tekstur, ukuran kristal, dan cara pengukurannya berdasarkan volume.

Karena garam kosher lebih mudah ditangani, beberapa juru masak merasa lebih mudah untuk membumbui secara bertahap. Namun, hal itu tidak berarti kandungan natriumnya lebih rendah berdasarkan berat. Jika Anda memperhatikan asupan natrium Anda, gunakan garam dengan bijak dan ikuti saran medis yang telah Anda terima.

Cara Menyimpan Garam Kosher

Simpan garam kosher dalam wadah kedap udara yang kering atau tempat garam tertutup di dekat area memasak Anda. Jauhkan dari uap dan kelembapan agar kristal tetap terpisah dan mudah digunakan.

Jika Anda sering memasak, menyimpan semangkuk kecil garam kosher di samping kompor dapat mempermudah proses membumbui. Gunakan tangan yang bersih dan kering atau sendok kecil agar garam tetap segar dan mudah ditaburkan.

Merek Garam Kosher Pilihan Saya

Dua merek garam kosher andalan saya adalah Diamond Crystal dan Morton. Diamond Crystal lebih ringan dan lebih mudah hancur, sedangkan Morton lebih padat dan lebih asin per volumenya. Keduanya bermanfaat, tetapi akan lebih baik jika Anda memilih satu merek utama dan mempelajari bagaimana perilakunya dalam masakan Anda.

Jika Anda hanya menyimpan satu kotak garam di dapur, konsistensi lebih penting daripada mengejar garam "terbaik". Menggunakan merek yang sama secara teratur memudahkan Anda untuk membumbui makanan dengan percaya diri dan mendapatkan hasil yang dapat diandalkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah garam kosher sama dengan garam biasa?

Tidak. Garam kosher memiliki kristal yang lebih besar daripada garam meja biasa, sehingga takarannya berbeda berdasarkan volume. Satu sendok teh garam meja biasanya terasa lebih asin daripada satu sendok teh garam kosher.

Apakah garam kosher sama dengan garam laut?

Tidak. Garam laut terbuat dari air laut yang diuapkan, sedangkan garam kosher terutama didefinisikan oleh teksturnya yang kasar dan penggunaan tradisionalnya dalam proses pengolahan daging kosher. Keduanya dapat digunakan dalam memasak, tetapi tekstur dan rasa asinnya bervariasi tergantung mereknya.

Apakah garam kosher mengandung yodium?

Sebagian besar garam kosher tidak mengandung yodium, tetapi periksa labelnya untuk memastikan. Garam meja beryodium lebih umum digunakan jika diinginkan tambahan yodium.

Mengapa para koki menggunakan garam kosher?

Garam kosher populer karena mudah digunakan dan cocok untuk membumbui makanan sebelum dan selama memasak. Teksturnya yang kasar membuatnya sangat berguna untuk daging, sayuran, air rebusan pasta, dan bumbu kering.

Apakah saya bisa menggunakan garam kosher dalam pembuatan kue?

Ya, jika resepnya membutuhkannya. Jika tidak, garam halus seringkali lebih aman karena lebih merata tersebar di dalam adonan. Untuk memanggang dengan tepat, gunakan jenis garam yang tercantum dalam resep atau ukur berdasarkan berat.

Garam kosher mana yang lebih baik, Diamond Crystal atau Morton?

Keduanya bagus, tetapi takarannya berbeda. Diamond Crystal lebih ringan dan kurang asin per volume, sedangkan Morton lebih padat, jadi gunakan merek yang disebutkan dalam resep jika memungkinkan.

Apakah Garam Kosher Layak Disimpan di Dapur Anda?

Garam kosher layak mendapat tempat di dapur karena praktis, serbaguna, dan mudah digunakan dalam masakan sehari-hari. Garam ini sangat cocok untuk membumbui daging, sayuran, air rebusan pasta, hidangan panggang, dan bumbu kering.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah merek garam kosher memiliki takaran yang berbeda. Diamond Crystal dan Morton sama-sama berguna, tetapi volumenya tidak sama, jadi bumbui secara bertahap atau gunakan takaran berat jika akurasi penting.

Untuk panduan bahan makanan lainnya, jelajahi penjelasan kami yang lain tentang bahan pokok masakan, bumbu, dan penambah rasa.