Apa itu kimchi?


Difermentasi, beraroma, dan penuh manfaat kesehatan—apa itu kimchi, dan mengapa begitu populer? Temukan keajaiban makanan klasik Korea ini!


Dipublikasikan pada Diperbarui pada oleh Jennifer Ryan

Setoples kimchi berisi sayuran dan rempah-rempah yang penuh warna.

Kimchi adalah hidangan sayuran fermentasi tradisional Korea, yang paling sering dibuat dengan kubis napa atau lobak Korea, garam, bawang putih, jahe, gochugaru, dan terkadang saus ikan atau makanan laut asin. Rasanya tajam, asin, pedas, dan sedikit asam, dengan rasa yang kuat yang semakin dalam seiring proses fermentasi.

Setoples kimchi dengan sumpit di atas kain hijau.

Dalam masakan Korea, kimchi biasanya disajikan sebagai lauk yang disebut banchan, tetapi juga digunakan dalam sup, nasi goreng, mi, nasi mangkuk, panekuk, sandwich, dan banyak hidangan fusi modern. Ini adalah salah satu makanan Korea yang paling dikenal, disukai karena rasanya yang kuat, teksturnya yang renyah, dan sejarah fermentasinya yang panjang.

Apa Itu Kimchi?

Kimchi adalah hidangan sayuran fermentasi dari Korea. Versi yang paling umum dibuat dengan kubis napa, tetapi kimchi juga dapat dibuat dengan lobak Korea, mentimun, daun bawang, dan sayuran lainnya. Sayuran tersebut diasinkan terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan bumbu seperti bawang putih, jahe, daun bawang, gochugaru, dan saus ikan sebelum dibiarkan berfermentasi.

Selama proses fermentasi, sayuran mengembangkan rasa yang tajam, gurih, dan sedikit asam. Kimchi segar dapat terasa renyah, segar, dan pedas, sedangkan kimchi yang lebih tua menjadi lebih kuat, tajam, dan kompleks. Rasa yang matang itulah salah satu alasan mengapa kimchi yang sudah tua sangat cocok digunakan dalam masakan seperti nasi goreng kimchi dan sup kimchi.

Kimchi terbuat dari apa?

Bahan-bahannya dapat bervariasi tergantung pada resep, wilayah, dan jenis kimchi, tetapi banyak versi tradisional mencakup kombinasi sayuran, garam, cabai, rempah-rempah, dan bumbu fermentasi.

  • Kubis Napa atau lobak: Sayuran utama yang menjadi bahan dasar berbagai jenis kimchi populer.
  • Garam: Menyerap kelembapan dari sayuran dan membantu menciptakan tekstur yang tepat untuk fermentasi.
  • Gochugaru: Serpihan cabai merah Korea yang memberikan warna merah dan rasa pedas ringan pada banyak resep kimchi.
  • Bawang putih dan jahe: Tambahkan kehangatan, aroma, dan kedalaman rasa.
  • Daun bawang: Memberikan kesegaran dan rasa bawang yang lembut.
  • Saus ikan atau makanan laut asin: Sering digunakan dalam resep tradisional untuk memberikan cita rasa gurih yang mendalam. Kimchi vegan tidak menggunakan bahan-bahan ini atau menggunakan alternatif nabati.
Setoples kimchi berisi sayur fermentasi pedas, diletakkan di atas kain hijau dengan sumpit di dekatnya.

Seperti apa rasa kimchi?

Kimchi biasanya memiliki rasa asam, asin, pedas, dan gurih, dengan rasa asam fermentasi yang terasa jelas. Teksturnya bergantung pada sayuran yang digunakan dan berapa lama kimchi difermentasi. Kimchi kubis Napa seringkali renyah dan berair, sedangkan kimchi lobak memiliki tekstur yang lebih keras dan renyah.

Rasa kimchi juga berubah seiring waktu. Kimchi muda terasa lebih segar dan lembut, sedangkan kimchi yang sudah difermentasi dengan baik terasa lebih tajam dan lebih asam. Rasa yang lebih kuat itu bisa sangat lezat dalam hidangan panas, di mana rasa asamnya menyeimbangkan bahan-bahan yang kaya dan gurih.

Semangkuk ramen dengan irisan daging babi, kimchi, mentimun, telur, dan daun bawang.

Apakah Kimchi Pedas?

Banyak jenis kimchi yang pedas, tetapi tidak semua kimchi sangat pedas. Rasa pedas biasanya berasal dari gochugaru, yaitu serpihan cabai merah Korea. Beberapa resep menggunakan lebih banyak cabai untuk warna merah yang lebih pekat dan rasa pedas yang lebih kuat, sementara yang lain lebih ringan.

Ada juga varietas non-merah, termasuk kimchi putih, yang biasanya dibuat tanpa serpihan cabai merah. Jika Anda membeli kimchi untuk pertama kalinya, periksa label untuk tingkat kepedasan dan mulailah dengan versi yang ringan jika Anda lebih menyukai rasa pedas yang tidak terlalu kuat.

Bagaimana Kimchi Dibuat?

Pembuatan kimchi dimulai dengan menggarami sayuran. Langkah ini membantu melembutkan kubis atau lobak, mengeluarkan kelembapan berlebih, dan membumbui sayuran secara merata. Setelah digarami, sayuran dicampur dengan pasta bumbu yang terbuat dari bahan-bahan seperti bawang putih, jahe, gochugaru, daun bawang, dan saus ikan.

Sayuran yang telah dibumbui dimasukkan ke dalam stoples atau wadah dan dibiarkan berfermentasi. Saat kimchi berfermentasi, rasanya menjadi lebih tajam dan kompleks. Beberapa orang menikmati kimchi saat masih segar dan renyah, sementara yang lain lebih menyukainya setelah beberapa hari atau minggu, ketika rasanya telah menjadi lebih asam.

Semangkuk mie yang diberi kimchi dan daun bawang, dikelilingi piring-piring kecil berisi sayuran.

Apakah Kimchi Baik untuk Kesehatan?

Kimchi dapat menjadi tambahan bergizi untuk makanan karena terbuat dari sayuran dan difermentasi melalui proses alami. Kimchi dapat memberikan serat, rasa, dan variasi, dan banyak kimchi yang difermentasi secara tradisional dan tidak dipasteurisasi dapat mengandung bakteri asam laktat hidup dari proses fermentasi.

Namun demikian, kimchi juga bisa tinggi sodium, jadi sebaiknya dinikmati sebagai bagian dari makanan seimbang daripada dimakan dalam jumlah yang sangat banyak. Jika Anda memperhatikan asupan garam atau memiliki masalah kesehatan tertentu, periksa label nutrisi pada kimchi yang dibeli di toko dan ikuti petunjuk medis jika diperlukan.

Bagaimana Anda Makan Kimchi?

Kimchi sering disajikan dingin sebagai lauk pendamping, tetapi dapat digunakan dengan berbagai cara. Rasanya yang segar dan tajam sangat cocok dipadukan dengan nasi, mi, telur, tahu, pangsit, daging panggang, dan panekuk gurih.

  • Sajikan sebagai lauk pendamping nasi atau mi.
  • Tambahkan ke nasi goreng untuk menambah cita rasa pedas dan asam yang menggugah selera.
  • Campurkan ke dalam sup dan semur, seperti kimchi jjigae.
  • Gunakan dalam panekuk gurih atau gorengan.
  • Tambahkan sedikit ke telur orak-arik atau omelet.
  • Lapisi di dalam roti lapis, bungkus, burger, atau roti panggang keju.
  • Sajikan dengan pangsit, tahu, atau daging panggang.

Apakah Kimchi Vegan?

Kimchi tidak selalu vegan. Banyak resep tradisional menyertakan saus ikan, udang asin, atau bumbu berbasis makanan laut lainnya. Bahan-bahan ini menambah cita rasa gurih dan membantu menciptakan rasa klasik yang ditemukan dalam banyak resep kimchi Korea.

Jika Anda mengikuti diet vegan, carilah kimchi yang berlabel vegan atau berbahan dasar tumbuhan. Kimchi vegan sering menggunakan kecap, miso, rumput laut, bubuk jamur, atau bahan gurih lainnya sebagai pengganti bumbu berbahan dasar ikan.

Di mana Anda bisa membeli kimchi?

Kimchi tersedia di banyak toko kelontong, pasar Asia, toko makanan Korea, dan toko online. Anda biasanya akan menemukannya di bagian pendingin karena kimchi terus berfermentasi seiring waktu. Beberapa jenis kimchi yang tahan suhu ruangan juga tersedia, tetapi kimchi yang didinginkan seringkali memiliki tekstur yang lebih segar dan rasa yang lebih tradisional.

Saat membeli kimchi, periksa label untuk mengetahui tingkat kepedasan, bahan-bahan, petunjuk penyimpanan, dan apakah mengandung saus ikan atau makanan laut. Jika Anda baru mengenal kimchi, mulailah dengan stoples kecil dan coba sebagai lauk sebelum menggunakannya dalam resep masakan.

Mencari pilihan kimchi yang dibeli di toko? Pilih kimchi yang sesuai dengan preferensi rasa pedas Anda, kebutuhan diet, dan rencana penyajian. Kimchi dengan rasa ringan adalah titik awal yang baik, sedangkan kimchi yang difermentasi dengan baik ideal untuk nasi goreng, semur, dan masakan matang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Kimchi

Seperti apa rasa kimchi?

Kimchi biasanya memiliki rasa asam, asin, pedas, dan sedikit kecut. Rasanya menjadi lebih kuat dan lebih asam seiring berlanjutnya proses fermentasi.

Kimchi terbuat dari apa?

Kimchi biasanya dibuat dengan kubis napa atau lobak, garam, bawang putih, jahe, gochugaru, daun bawang, dan bumbu seperti saus ikan atau makanan laut asin. Versi vegan menghilangkan bahan-bahan berbasis ikan.

Apakah kimchi selalu pedas?

Tidak. Banyak varietas kimchi populer yang pedas karena menggunakan gochugaru, tetapi beberapa jenisnya jauh lebih ringan. Kimchi putih biasanya dibuat tanpa serpihan cabai merah.

Apakah kamu makan kimchi panas atau dingin?

Kimchi dapat dimakan dingin langsung dari toples sebagai lauk, atau dimasak menjadi hidangan seperti nasi goreng kimchi, sup kimchi, mi, dan panekuk gurih.

Apakah kimchi perlu disimpan di lemari es?

Sebagian besar kimchi yang dibeli di toko harus disimpan di lemari es setelah dibuka. Selalu ikuti petunjuk penyimpanan pada kemasan karena pendinginan memperlambat fermentasi dan membantu menjaga rasa dan teksturnya.

Berapa lama kimchi bisa bertahan?

Kimchi seringkali dapat bertahan selama berminggu-minggu di lemari es, tetapi masa simpan yang tepat bergantung pada merek, resep, dan kondisi penyimpanan. Ikuti tanggal dan petunjuk penyimpanan pada kemasan, simpan di lemari es setelah dibuka, dan buang jika Anda melihat jamur atau mencium bau busuk yang tidak sedap.

Apakah boleh menggunakan kimchi dalam nasi goreng?

Ya. Nasi goreng kimchi adalah salah satu cara termudah untuk menggunakan kimchi, terutama ketika kimchi sudah agak asam. Rasa asamnya menyeimbangkan nasi, telur, daun bawang, tahu, atau daging.

Apa perbedaan antara kimchi dan sauerkraut?

Kimchi dan sauerkraut sama-sama merupakan hidangan kubis fermentasi, tetapi keduanya memiliki bumbu dan profil rasa yang berbeda. Sauerkraut biasanya dibuat dengan kubis dan garam, sedangkan kimchi seringkali mengandung gochugaru, bawang putih, jahe, daun bawang, dan terkadang saus ikan atau makanan laut asin.

Kimchi lebih dari sekadar lauk pedas. Ini adalah makanan fermentasi tradisional Korea dengan rasa yang kuat, akar budaya yang dalam, dan banyak kegunaan sehari-hari di dapur. Baik disajikan dengan nasi, dicampur ke dalam nasi goreng, ditambahkan ke mi, atau dimasukkan ke dalam semur, kimchi menghadirkan kesegaran, rasa pedas, kerenyahan, dan kedalaman rasa asam pada hidangan sederhana.

Jika Anda mencoba kimchi untuk pertama kalinya, mulailah dengan kimchi kubis napa yang rasanya ringan dan gunakan dalam jumlah kecil sebagai lauk. Setelah terbiasa dengan rasanya, kimchi bisa menjadi salah satu cara termudah untuk menambah cita rasa pada nasi, telur, sup, sandwich, dan makan malam di hari kerja.