Bisakah Anda Makan Bawang Putih yang Bertunas?


Bisakah Anda memakan kecambah bawang putih? Sebelum membuangnya, pelajari apakah bawang putih tersebut masih layak digunakan, perubahan rasanya, dan cara memanfaatkannya sebaik-baiknya!


Dipublikasikan pada Diperbarui pada oleh Jennifer Ryan

Umbi bawang putih yang tumbuh dengan tunas hijau pada latar belakang biru muda.

Saya memasak dengan bawang putih hampir setiap hari, jadi bukan hal yang aneh jika saya mengambil siung bawang putih dan menemukan tunas hijau cerah muncul dari siungnya. Awalnya, saya biasa membuangnya, mengira bawang putih yang bertunas sudah tidak layak dikonsumsi. Tetapi setelah sedikit riset (dan menelepon ayah saya, yang sangat yakin untuk menggunakan setiap bagian dari bahan-bahan masakannya), saya mengetahui bahwa bawang putih yang bertunas tidak hanya aman untuk dimakan—tetapi sebenarnya bisa bermanfaat.

Kotak kayu berisi berbagai jenis bawang merah dan bawang putih, termasuk bawang bombay yang sudah berkecambah.

Amankah Kecambah Bawang Putih untuk Dikonsumsi?

Ya! Bawang putih bertunas aman dikonsumsi, asalkan siungnya masih keras dan belum lembek atau berjamur. Tunas hijau menunjukkan bahwa bawang putih sedang mengalami proses penuaan alami. Meskipun rasanya mungkin sedikit lebih tajam dan pahit, hal itu tidak berbahaya. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih bertunas mengandung lebih banyak antioksidan daripada bawang putih segar, menjadikannya tambahan nutrisi yang tak terduga.

Apakah Bawang Putih yang Ditumbuhkan Rasanya Berbeda?

Rasa bawang putih yang sudah bertunas bisa sedikit lebih kuat dan agak pahit dibandingkan dengan siung bawang putih segar. Tunas hijaunya sendiri memiliki rasa yang lebih seperti rumput dan herbal, yang menurut sebagian orang kurang enak jika dimakan mentah. Jika Anda membuat saus atau dressing salad yang lembut, Anda mungkin lebih menyukai bawang putih segar. Namun, dalam masakan yang dimasak, perbedaannya minimal, dan bawang putih yang sudah bertunas sama baiknya digunakan dalam tumisan, sup, dan masakan panggang.

Bagaimana Anda Bisa Memanfaatkan Bawang Putih yang Bertunas?

Jika bawang putih Anda sudah bertunas, tidak perlu membuangnya. Cukup potong tunas hijaunya jika Anda merasa rasanya terlalu kuat, atau biarkan saja jika Anda tidak keberatan dengan sedikit rasa pedas tambahan. Anda dapat menggunakan bawang putih bertunas seperti halnya bawang putih biasa—dicincang, dihaluskan, atau dipanggang. Salah satu cara favorit saya untuk menggunakannya adalah dalam bawang putih confit, di mana proses memasak lambat melembutkan rasa tajamnya, menghasilkan siung bawang putih yang kaya dan lembut, sempurna untuk dioleskan pada roti panggang.

Cara Menyimpan Bawang Putih Agar Tidak Bertunas

Bawang putih cenderung bertunas jika terlalu lama terpapar kelembapan dan panas. Untuk memperlambat prosesnya, simpan siung bawang putih utuh di tempat yang sejuk, kering, dan gelap—seperti lemari dapur atau wadah penyimpanan bawang putih dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan bawang putih di lemari es, karena kelembapan dapat mempercepat pertumbuhan tunas. Jika Anda memiliki bawang putih berlebih, pertimbangkan untuk membekukan siung yang sudah dikupas atau memanggangnya untuk digunakan nanti.

Berbagai jenis bawang, termasuk yang sudah bertunas, disusun pada permukaan yang terang.

Pikiran Terakhir

Jadi, apakah Anda bisa mengonsumsi bawang putih yang sudah bertunas? Tentu saja. Tidak hanya aman, tetapi mungkin juga lebih bergizi daripada bawang putih segar. Jika rasanya terlalu kuat untuk selera Anda, cukup buang tunas hijaunya sebelum digunakan. Jika Anda menyukai memasak dengan bawang putih seperti saya, pastikan untuk melihat panduan kami lainnya yang berkaitan dengan bawang putih, mulai dari cara terbaik memanggang bawang putih hingga tips membuat mentega bawang putih yang sempurna. Dan jangan lupa untuk ikuti kami di media sosial untuk tips dan trik dapur lainnya!