Biarkan campuran tersebut selama beberapa menit hingga tercium sedikit aroma ragi dan terlihat aktif.
Buat Adonannya
Tambahkan telur yang sudah dikocok ringan, minyak zaitun, dan garam ke dalam mangkuk.
1 sendok makan garam, 1 butir telur besar, ¼ cangkir minyak zaitun
Dengan pengaduk adonan berputar pada kecepatan rendah, tambahkan tepung satu cangkir setiap kali.
7¾ cangkir tepung roti
Lanjutkan mengaduk hingga adonan terlepas dari sisi mangkuk.
Uji adonan dengan mengambil sedikit adonan dan membentuknya menjadi bola. Adonan seharusnya terasa lembut dengan hanya sedikit sisa lengket di jari Anda.
Jika adonan terlalu lengket, tambahkan sedikit tepung lagi, beberapa sendok makan sekaligus.
Uleni adonan selama kurang lebih 8 menit hingga halus, lembut, dan sedikit lengket.
Biarkan adonan beristirahat selama 5 menit agar glutennya rileks.
Bentuk Roti
Taburi permukaan kerja Anda dengan sedikit tepung dan keluarkan adonan.
Bagi adonan menjadi 12 bagian yang sama, masing-masing sekitar 135 gram jika menggunakan timbangan.
Bentuk setiap bagian menjadi bola yang halus dengan menarik tepinya ke tengah.
Letakkan roti di atas loyang yang dilapisi kertas roti.
Tekan perlahan setiap roti dengan tangan Anda untuk membuat bentuk roti burger yang lebih lebar.
Biarkan adonan mengembang
Tutupi roti dengan handuk dapur bersih atau bungkus plastik.
Letakkan di tempat yang hangat dan biarkan mengembang selama sekitar 30 menit, atau hingga mengembang.
Persiapan untuk Memanggang
Panaskan oven hingga 400°F.
Dalam mangkuk kecil, kocok telur dan sedikit air untuk membuat olesan telur.
1 butir telur besar, 1 percikan air
Olesi bagian atas roti dengan sedikit campuran telur.
Taburi dengan biji wijen jika diinginkan.
biji wijen
Panggang Roti
Panggang selama kurang lebih 20 menit, atau hingga roti berwarna cokelat keemasan.
Suhu bagian dalam harus mencapai 190–195°F saat sudah matang sempurna.
Dinginkan dan Sajikan
Pindahkan roti ke rak kawat dan biarkan dingin sepenuhnya sebelum dipotong.
Catatan
Tip dan Trik
Periksa ragi Anda: Bau ragi yang kuat menandakan ragi aktif dan siap digunakan.
Jangan menambahkan terlalu banyak tepung: Adonan seharusnya terasa sedikit lengket, bukan kering.
Ukuran yang sama: Gunakan timbangan dapur agar roti yang dihasilkan berukuran seragam dan matang secara merata.
Titik kenaikan suhu hangat: Oven yang sedikit hangat dengan hanya lampu oven yang menyala dapat membantu roti mengembang lebih cepat.
Puncak emas: Olesan telur memberikan hasil akhir yang mengkilap dan berwarna keemasan pada roti.
Penyimpanan: Simpan roti yang sudah dingin dalam wadah kedap udara hingga 3 hari.