Wafel Belgia buatan sendiri ini renyah di luar, ringan dan lembut di dalam, dan sangat cocok untuk sarapan atau makan siang. Putih telur yang dikocok dicampurkan ke dalam adonan untuk menambah daya kembang, kemudian wafel dimasak hingga berwarna keemasan di atas alat pembuat wafel yang panas.
Panaskan alat pembuat waffle Anda sesuai dengan petunjuk pabrikan.
Dalam sebuah mangkuk besar, kocok rata tepung terigu, baking powder, gula, dan garam.
3¼ cangkir tepung serbaguna, 1 sendok makan baking powder, 3 sendok makan gula pasir, ½ sendok teh garam
Pisahkan kuning telur ke dalam satu mangkuk dan putih telur ke dalam mangkuk lainnya. Kocok putih telur hingga mengembang kaku, lalu sisihkan.
2 butir telur besar
Masukkan kuning telur, minyak, susu, dan ekstrak vanili ke dalam mangkuk atau gelas ukur terpisah. Kocok hingga tercampur rata.
½ cangkir minyak bunga matahari, 2 cangkir susu, 1 sendok teh ekstrak vanili
Tuang campuran basah ke dalam bahan kering. Aduk hingga adonan tercampur rata. Jangan terlalu lama mengaduk.
Masukkan putih telur yang sudah dikocok perlahan ke dalam adonan. Adonan akan terlihat kental dan mengembang.
Olesi tipis alat pembuat waffle yang panas dengan semprotan anti lengket jika diperlukan.
Tuang adonan ke dalam alat pembuat waffle yang sudah dipanaskan, gunakan jumlah yang disarankan untuk mesin Anda. Tutup penutupnya dan masak hingga berwarna cokelat keemasan dan renyah.
Masak hingga wafel berwarna cokelat keemasan dan renyah. Waktu memasak akan bergantung pada alat pembuat wafel Anda, tetapi sebagian besar wafel Belgia membutuhkan waktu beberapa menit.
Keluarkan dari waffle iron dan taburi dengan topping favorit Anda.
Sajikan wafel yang baru dimasak segera dan nikmatilah.
Catatan
Biarkan alat pembuat waffle memanas sepenuhnya sebelum menambahkan adonan.
Masukkan putih telur secara perlahan sambil terus diaduk agar adonan tetap ringan.
Jangan mengisi cetakan waffle terlalu penuh, karena adonan bisa meluap.
Waktu memasak bergantung pada alat pembuat waffle Anda. Waffle biasanya siap ketika berwarna keemasan dan uapnya sudah berkurang.
Untuk menjaga agar wafel tetap renyah, letakkan wafel yang sudah matang di atas rak kawat di dalam 200°F (95°C) panggang di oven sementara Anda menyelesaikan adonan.
Hindari menumpuk waffle panas, karena uap yang terperangkap dapat membuat waffle menjadi lembek.
Wafel yang tersisa dapat disimpan di lemari es atau dibekukan dan dipanaskan kembali di pemanggang roti, oven, atau penggorengan udara.